PEKANBARU.redaqsi.com– Pemerintah Kabupaten Kampar terus menggenjot pemerataan akses listrik hingga ke wilayah perdesaan dan kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jaringan listrik.
Upaya tersebut kembali ditegaskan Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., saat menghadiri Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) bersama PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau di Pekanbaru, Rabu (16/9/2026).
Rapat tersebut membahas sinkronisasi usulan lokasi Lisdes dari pemerintah daerah, termasuk fasilitasi penyiapan lahan serta penyelesaian berbagai persoalan perizinan yang menjadi salah satu tantangan pembangunan jaringan listrik di sejumlah wilayah.
Misharti hadir didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kampar, Drs. Muhammad, M.Si., serta Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kampar, Irwan, AR., S.Pi.
Agenda strategis tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., dan dihadiri General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono, Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ismon Diando Simatupang, S.T., M.T., para kepala daerah atau perwakilan se-Provinsi Riau, serta jajaran PLN UP3.
Dalam pertemuan itu, Misharti menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi Kampar dalam upaya memperluas jaringan listrik, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi geografis dan status kawasan yang kompleks.
Salah satunya berkaitan dengan penataan kawasan Cagar Budaya Candi Muara Takus yang memiliki luas zonasi sekitar 136,6 hektare. Menurut Misharti, penataan kawasan tersebut membutuhkan identifikasi aset dan penyelarasan tata ruang secara terpadu.
“Kawasan strategis Candi Muara Takus berada berdampingan dengan zona infrastruktur PLTA Koto Panjang milik PLN. Karena itu, diperlukan sinergi dan penyelarasan tata ruang yang tepat agar pengembangan kedua wilayah dapat berjalan optimal tanpa melanggar batasan hukum yang berlaku,” ujar Misharti.
Selain persoalan kawasan Candi Muara Takus, perhatian utama Pemkab Kampar juga diarahkan terhadap pembangunan jaringan listrik menuju sejumlah desa terisolir.
Misharti menjelaskan, sebagian jalur jaringan listrik harus melewati kawasan hutan dan mengikuti aliran sungai, termasuk koridor Sungai Subayang yang menghubungkan sejumlah wilayah seperti Desa Tanjung Belit dan Muara Bio di Kecamatan Kampar Kiri Hulu hingga Pangkalan Serai.
Kondisi tersebut membuat pembangunan jaringan tidak hanya menghadapi tantangan geografis, tetapi juga membutuhkan penyelesaian aspek regulasi dan perizinan, terutama karena terdapat kawasan konservasi.
Untuk itu, diperlukan mekanisme pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan melalui penyesuaian atau amandemen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Besar KSDA Riau, sehingga pembangunan jaringan listrik tetap dapat berjalan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Ini bukan hanya soal membangun jaringan listrik, tetapi bagaimana kita mencari solusi bersama agar masyarakat di wilayah terisolir juga mendapatkan hak atas akses energi listrik,” tegas Misharti.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar juga menyampaikan 555 titik usulan pemasangan jaringan listrik baru yang telah diajukan melalui prosedur tata kelola yang berlaku.
Pemkab Kampar berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Riau, BKSDA Riau dan PLN.
Dengan koordinasi lintas lembaga tersebut, berbagai hambatan terkait lahan, perizinan, kawasan konservasi maupun kondisi geografis diharapkan dapat dicarikan solusi secara bertahap.
Bagi Pemkab Kampar, pemerataan listrik bukan semata persoalan infrastruktur, tetapi juga bagian penting dari upaya membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, komunikasi dan pelayanan publik.
“Harapan kita, tidak ada lagi masyarakat Kampar yang tertinggal hanya karena persoalan akses listrik. Kita ingin pembangunan benar-benar dirasakan sampai ke pelosok,” pungkas Misharti.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dorongan mewujudkan Riau Terang, dengan memastikan pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan. “Tutup Dr.Hj.Misharti,S.Ag.,M.Si”
Tim Redaksi






