H.Amal Fathullah: Perkuat Komitmen Pelayanan Publik di Bimteknas PKS 2026, Dukung Arahan Presiden Almuzzammil Yusuf.

JAKARTA BARAT.redaqsi.com – H. M. Amal Fathullah, A.Lc., MA, Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS 2026 yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat.

Bimteknas tahun ini mengusung tema “Kepemimpinan yang Melayani, Kebijakan Publik yang Inovatif”. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi para pejabat publik PKS dari berbagai daerah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, mengevaluasi pelaksanaan amanah, serta meningkatkan kualitas kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga diwarnai pidato kebangsaan Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, pada pembukaan Bimteknas, Senin (19/10/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kepemimpinan yang melayani serta sikap politik yang kritis, konstruktif, dan solutif dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah.

Pesan tersebut menjadi salah satu landasan penting bagi para pejabat publik PKS dalam menjalankan tanggung jawab politik dan kelembagaan. Dukungan terhadap kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat perlu berjalan seiring dengan keberanian memberikan masukan, melakukan evaluasi, serta mendorong perbaikan agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran.

Amal Fathullah Dorong Kepemimpinan yang Berpihak kepada Rakyat

Sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Riau, Amal Fathullah memandang semangat Bimteknas tersebut relevan dengan pelaksanaan tugas legislatif, khususnya dalam memperkuat fungsi pengawasan, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Kepemimpinan yang melayani, pada prinsipnya, menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. Setiap keputusan dan kebijakan perlu mempertimbangkan kebutuhan warga, memperhatikan kondisi daerah, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, kebijakan publik yang inovatif menuntut kemampuan untuk menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat melalui pendekatan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Inovasi juga harus disertai integritas, tanggung jawab, dan keterbukaan agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik terus terjaga.

Dukung Sikap Kritis, Konstruktif, dan Solutif

Dalam pidato kebangsaannya, Almuzzammil Yusuf menegaskan bahwa PKS berkomitmen menjadi mitra pemerintahan yang kritis, konstruktif, dan solutif. Sikap tersebut diarahkan untuk menyempurnakan kebijakan negara sekaligus memastikan program pembangunan semakin berpihak kepada kepentingan rakyat.

Presiden PKS juga menekankan tiga komitmen utama bagi seluruh pejabat publik partai, yakni menjaga integritas dan menaati konstitusi, senantiasa berpihak kepada rakyat melalui kepemimpinan yang melayani dan kebijakan inovatif, serta menjadi pemimpin yang bersih, peduli, profesional, dan berjiwa negarawan.

Semangat tersebut menegaskan bahwa menjalankan amanah publik bukan sekadar menduduki jabatan, melainkan menghadirkan pengabdian yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kritik terhadap kebijakan bukan semata-mata penolakan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab untuk menawarkan perbaikan dan solusi yang lebih baik.

Bagi Amal Fathullah, penguatan wawasan dan kapasitas melalui Bimteknas diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di Provinsi Riau. Dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, dan keberpihakan kepada masyarakat, fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan diharapkan semakin efektif dalam mendukung pembangunan daerah.

Memperkuat Pengabdian untuk Riau

Partisipasi dalam Bimteknas PKS 2026 diharapkan memperkuat komitmen Amal Fathullah untuk terus mendorong tata kelola pemerintahan yang baik, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta mengawal kebijakan publik agar berjalan sesuai kebutuhan dan kepentingan rakyat.

Sejalan dengan pesan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, kepemimpinan harus diwujudkan melalui kerja nyata, sikap yang bertanggung jawab, serta keberanian menghadirkan solusi atas berbagai persoalan publik.

Kepemimpinan yang melayani bukan hanya tentang menjalankan kewenangan, melainkan tentang menghadirkan manfaat, menjaga kepercayaan, dan memastikan setiap amanah menjadi jalan pengabdian bagi masyarakat.

Tim Redaksi

Pos terkait