Provinsi Riau.redaqsi.com — Momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, menjadi pengingat penting bahwa semangat persatuan bangsa harus diwujudkan melalui pembangunan yang berkeadilan. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Ustadz Hendry Munief, menegaskan bahwa kontribusi besar daerah terhadap Indonesia perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Menurut Hendry, semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 1928 tidak semestinya berhenti sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, nilai persatuan dan kebangsaan harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh daerah untuk tumbuh, berkembang, dan menikmati hasil pembangunan nasional.
Riau dan Jejak Besar Kontribusi bagi Indonesia
Hendry mengingatkan bahwa Riau memiliki catatan sejarah penting dalam perjalanan bangsa. Salah satunya adalah kontribusi Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak Sri Indrapura, yang menyatakan dukungan terhadap Republik Indonesia dan menyerahkan kekayaannya untuk membantu perjuangan negara yang baru merdeka.
Menurutnya, jejak sejarah tersebut semestinya menjadi landasan untuk memperkuat perhatian terhadap kemajuan Riau. Kontribusi daerah terhadap kepentingan nasional perlu diiringi dengan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kontribusi daerah terhadap Indonesia semestinya berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu sendiri,” tegasnya.
Infrastruktur Harus Tetap Menjadi Prioritas
Hendry menilai Riau memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional, ditopang oleh kekayaan sumber daya alam dan letak geografis yang berdekatan dengan Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan internasional yang penting.
Namun, potensi tersebut perlu didukung pembangunan infrastruktur yang memadai. Kualitas jalan, jembatan, konektivitas antardaerah, serta fasilitas publik harus terus diperhatikan agar aktivitas ekonomi semakin berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.
“Efisiensi anggaran tentu penting bagi tata kelola keuangan negara. Tetapi, kita juga harus memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur tidak terabaikan. Pembangunan harus tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat Riau,” ungkapnya.
Wacana Istana Presiden RI di Riau
Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026, Hendry turut mengemukakan gagasan tentang kemungkinan pendirian Istana Presiden Republik Indonesia di Riau.
Ia menyebut gagasan tersebut sebagai wacana yang layak menjadi bahan diskusi nasional, terutama dalam melihat posisi dan kontribusi Riau dalam perjalanan serta masa depan Indonesia.
“Bagaimana jika suatu saat berdiri Istana Presiden RI di Riau? Bagi saya, ini bukan sekadar soal membangun fisik gedung, melainkan wacana untuk menempatkan Riau sebagai bagian yang semakin diperhitungkan dalam agenda kenegaraan, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional,” ujarnya.
Meski demikian, Hendry menegaskan bahwa gagasan tersebut memerlukan kajian mendalam dan komprehensif. Berbagai aspek harus dipertimbangkan, mulai dari kebijakan, pembiayaan, kelayakan lokasi, keamanan, hingga manfaat konkret bagi negara.
Dengan demikian, wacana tersebut ditempatkan sebagai gagasan terbuka yang membutuhkan pembahasan serius, bukan sebagai keputusan atau kebijakan yang telah ditetapkan.
Sumpah Pemuda sebagai Energi Pembangunan Berkeadilan
Menutup pernyataannya, Hendry berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mempertegas komitmen terhadap pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Baginya, semangat kebangsaan tidak hanya tercermin dalam penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga dalam kesungguhan menghadirkan kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
“Dengan demikian, kontribusi Riau bagi Indonesia tidak hanya dikenang sebagai narasi sejarah, tetapi juga menjadi landasan utama bagi pembangunan masa depan yang lebih adil dan sejahtera,” tutup H. Hendry Munief.
Riau Maju, Indonesia Kuat.
Tim Redaksi






