BENGKALIS.redaqsi.com– Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kali ini, tim pengabdian membekali remaja Desa Senggoro dengan keterampilan English for Job Interview dan pengenalan Test of English for International Communication (TOEIC) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.
Pelatihan bertajuk English for Job Interview dan Pengenalan TOEIC Test untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Remaja Desa Senggoro pada Level Sekolah Menengah Atas tersebut dilaksanakan pada Sabtu (3/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula SMAN 2 Bengkalis.
Kegiatan ini diikuti oleh remaja Desa Senggoro yang sedang menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan bahasa Inggris dalam konteks profesional, khususnya untuk menghadapi wawancara kerja serta memahami fungsi dan gambaran umum tes TOEIC.
Tim pengabdian diketuai oleh Arita Destianingsih, M.Pd., dengan Ari Satria, M.Pd.B.I., Sekretaris Jurusan Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis, sebagai anggota tim. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Hj. Hudaria, S.Pd.I., selaku Pembina English Club SMAN 2 Bengkalis.
Ketua Tim Pengabdian, Arita Destianingsih, M.Pd., mengatakan bahwa penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi pendukung yang semakin relevan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan gambaran sekaligus pengalaman awal kepada para remaja tentang bagaimana menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang berkaitan langsung dengan dunia kerja, terutama ketika menghadapi wawancara kerja,” ujar Arita.
Menurutnya, pembekalan sejak bangku SMA penting dilakukan agar generasi muda dapat mengenali potensi diri, memahami keterampilan yang dibutuhkan, serta mempersiapkan diri secara lebih terarah sebelum melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia profesional.
Bekali Peserta Keterampilan Wawancara Kerja
Materi pertama berfokus pada English for Job Interview. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan tahapan dasar wawancara kerja menggunakan bahasa Inggris, mulai dari memperkenalkan diri secara profesional, menjelaskan latar belakang pendidikan, menguraikan keterampilan dan pengalaman, hingga menjawab pertanyaan yang umum diajukan oleh pewawancara.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pemilihan kosakata, penyusunan kalimat yang tepat, penggunaan bahasa yang sopan dan profesional, serta pentingnya membangun kepercayaan diri saat berkomunikasi.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami bahwa wawancara kerja tidak hanya membutuhkan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan.
Kenalkan TOEIC sebagai Modal Kompetensi
Selain keterampilan wawancara, peserta mendapatkan pengenalan mengenai TOEIC sebagai salah satu tes untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks komunikasi internasional dan lingkungan profesional.
Materi ini mencakup gambaran umum TOEIC, keterampilan yang diujikan, serta relevansi kemampuan bahasa Inggris dalam mendukung kesiapan menghadapi kebutuhan pendidikan lanjutan dan dunia kerja.
Ari Satria, M.Pd.B.I., Sekretaris Jurusan Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis sekaligus anggota tim pengabdian, menegaskan pentingnya memperkenalkan penggunaan bahasa Inggris secara kontekstual kepada generasi muda sejak dini.
“Bahasa Inggris bukan hanya mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Dalam dunia kerja, kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dapat menjadi salah satu kompetensi pendukung. Karena itu, siswa perlu mulai mengenal bagaimana bahasa Inggris digunakan dalam konteks profesional,” ungkap Ari.
Ia menambahkan, pengenalan TOEIC diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pengukuran kemampuan bahasa Inggris yang dapat relevan dengan kebutuhan pendidikan maupun karier pada masa mendatang.
Perkuat Kepercayaan Diri dan Kesiapan Generasi Muda
Pelatihan dirancang dengan pendekatan komunikatif dan praktis agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga mengenali penerapan bahasa Inggris dalam situasi nyata. Interaksi antara pemateri dan peserta menjadi bagian penting dalam mendorong keberanian berkomunikasi serta menumbuhkan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri.
Pembina English Club SMAN 2 Bengkalis, Hj. Hudaria, S.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program semacam ini dapat memberikan tambahan wawasan dan pengalaman bagi remaja, khususnya dalam memahami keterkaitan pembelajaran bahasa Inggris dengan kebutuhan pendidikan dan pekerjaan pada masa depan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Politeknik Negeri Bengkalis berharap remaja Desa Senggoro semakin termotivasi meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, memiliki kepercayaan diri dalam berkomunikasi, serta mulai membangun kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat masyarakat. Melalui pembekalan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, Polbeng berupaya membuka ruang pembelajaran yang lebih aplikatif bagi generasi muda agar semakin siap menatap peluang pendidikan dan karier di masa mendatang.
Tim Redaksi






