PEKANBARU.redaqsi.com— Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar, Andi Putra, SE., MMA, menghadiri kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Riau dengan mengangkat tema “Pendanaan Partai Politik dan Kampanye Pemilu”, Kamis (1/10/2026), di Aula Kantor KPU Provinsi Riau.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran KPU Provinsi Riau, KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, serta sejumlah pemangku kepentingan kepemiluan lainnya. Selain dihadiri secara langsung, kegiatan juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Kehadiran Ketua KPU Kabupaten Kampar, Andi Putra, SE., MMA, menjadi bagian dari komitmen KPU Kampar dalam memperkuat kapasitas penyelenggara pemilu, khususnya dalam memahami aspek pengelolaan dan pertanggungjawaban pendanaan politik serta pembiayaan kampanye.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota KPU Provinsi Riau, Nugroho Noto Susanto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya forum diskusi dan bedah buku sebagai ruang untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat pemahaman jajaran penyelenggara terhadap berbagai persoalan kepemiluan.
Menurutnya, isu pendanaan partai politik dan kampanye merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemilu. Karena itu, pemahaman yang baik terhadap regulasi, prinsip transparansi, akuntabilitas, serta mekanisme pertanggungjawaban keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kahfi Adlan Hafiz, selaku narasumber buku dari Perludem. Diskusi turut menghadirkan Fitri Heriyanti, Anggota Bawaslu Provinsi Riau periode 2012–2017, sebagai Panelis 1 dan Nahrawi, Anggota KPU Provinsi Riau, sebagai Panelis 2.

Buku yang menjadi bahan utama pembahasan berjudul “Pendanaan Partai Politik dan Kampanye Pemilu: Buku Pedoman Keuangan Politik”. Berbagai persoalan dibahas dalam forum tersebut, mulai dari sumber dan pengelolaan pendanaan politik, transparansi keuangan, akuntabilitas, hingga pertanggungjawaban dana partai politik dan kampanye pemilu.
Bagi KPU Kabupaten Kampar, forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman jajaran penyelenggara pemilu terhadap dinamika tata kelola keuangan politik. Hal tersebut dinilai relevan dalam mendukung pelaksanaan tugas KPU sebagai penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas.
Andi Putra, SE., MMA menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas penyelenggara secara berkelanjutan. Menurutnya, penyelenggara pemilu tidak hanya dituntut memahami tahapan teknis penyelenggaraan, tetapi juga perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai aspek regulasi dan tata kelola yang berkaitan dengan proses pemilu.
“Forum seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan memperkuat pemahaman kita sebagai penyelenggara pemilu. Pendanaan politik dan kampanye merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi sehingga aspek transparansi dan akuntabilitas harus menjadi perhatian bersama,” ujar Andi Putra.
Ia menambahkan, pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk melihat persoalan kepemiluan dari berbagai perspektif.
KPU Kabupaten Kampar juga memandang kegiatan bedah buku sebagai sarana untuk membangun budaya belajar dan berdiskusi di lingkungan penyelenggara pemilu. Dengan semakin kuatnya kapasitas sumber daya manusia, diharapkan jajaran penyelenggara mampu menjalankan tugas secara profesional, berpedoman pada regulasi, serta menjaga prinsip independensi dan integritas.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Kampar berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas jajaran penyelenggara serta memperkuat pemahaman mengenai tata kelola kepemiluan yang transparan dan akuntabel.

KPU Kampar berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan pemilu.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, KPU Kabupaten Kampar berupaya mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat. “Tutup Andi Putra”
Tim Redaksi






