H.Hendry Munief,MBA Terima Kunjungan Panitia Festival Kampung Patin, Dorong Event Koto Mesjid Masuk KEN.

PEKANBARU, redaqsi.com — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Riau I, H. Hendry Munief, M.B.A., menerima kunjungan Pemerintah Desa Koto Mesjid bersama panitia Festival Kampung Patin di Hasanah Guest House, Pekanbaru, Ahad (27/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB tersebut membahas proposal penyelenggaraan Festival Kampung Patin yang akan digelar pada 20–21 November 2026 di Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Dalam pertemuan tersebut, panitia memaparkan konsep Festival Kampung Patin yang mengintegrasikan potensi perikanan, pariwisata, budaya, UMKM, kuliner, serta kearifan lokal masyarakat Desa Koto Mesjid.

Festival tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga sebagai ruang promosi potensi Desa Koto Mesjid sebagai kawasan yang dikenal dengan budidaya ikan patin.

Berdasarkan proposal, rangkaian kegiatan mencakup upacara hari jadi desa, temu masyarakat, pentas seni, jalan santai, kegiatan budaya, pesta rakyat, Nangkok Patin, lomba memasak berbahan dasar ikan patin, hingga pertunjukan seni tradisional.

Proposal tersebut juga mencantumkan target kehadiran sekitar 10.000 peserta, yang terdiri atas masyarakat, wisatawan, aparatur pemerintahan, pelaku UMKM, siswa dan mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Dorong Masuk KEN”

Salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah dorongan agar Festival Kampung Patin dapat diusulkan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Hendry Munief menyampaikan dukungan terhadap upaya memperluas promosi pariwisata Riau melalui event berbasis potensi lokal. Usulan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi Festival Kampung Patin untuk berkembang dari event desa dan daerah menjadi event dengan jangkauan promosi yang lebih luas.

“Kita dorong agar Festival Kampung Patin ini bisa masuk dalam Kharisma Event Nusantara. Potensi yang dimiliki Koto Mesjid sangat kuat, mulai dari perikanan, budaya, kuliner sampai pariwisatanya. Ini perlu dikemas dan dipromosikan lebih luas,” demikian poin dukungan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Secara nasional, KEN merupakan program Kementerian Pariwisata yang menyeleksi berbagai event unggulan daerah. Untuk KEN 2026, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari 38 provinsi melalui proses kurasi yang antara lain mempertimbangkan ide dan inovasi, strategi pemasaran, manajemen kegiatan dan keuangan, serta dampak terhadap masyarakat dan pariwisata.

Namun, untuk tahun 2026, Festival Kampung Patin belum tercantum dalam daftar 125 event KEN. Lima event dari Riau yang tercantum adalah Festival Perang Air, Festival Bakar Tongkang, Kenduri Riau, Festival Pacu Jalur Tradisional, dan Subayang Festival.

Karena itu, dorongan yang dibahas dalam pertemuan Hendry Munief bersama Pemerintah Desa Koto Mesjid dan panitia tersebut lebih diarahkan sebagai upaya mendorong pengusulan Festival Kampung Patin agar dapat mengikuti proses kurasi KEN pada periode berikutnya.

Alhamdulillah, upaya tersebut mendapat respons positif. Hendry Munief juga telah berkomunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ibu Widiyanti Putri Wardhana, terkait rencana Festival Kampung Patin tersebut.

Dalam komunikasi tersebut, Menteri Pariwisata merespons positif dan akan melihat peluang Festival Kampung Patin untuk dapat masuk dalam KEN.

“Potensi Desa Koto Mesjid”

Dalam proposal, Desa Koto Mesjid digambarkan sebagai desa yang berkembang melalui sektor perikanan ikan patin. Potensi tersebut kemudian dipadukan dengan pengembangan wisata desa dan berbagai produk olahan ikan patin.

Konsep Festival Kampung Patin juga mengangkat tagline:

> “Harmoni Kampung Patin: Dari Patin Menuju Sejahtera, Dalam Ridho Illahi.”

Konsep tersebut menggambarkan upaya menghubungkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui usaha pembesaran ikan patin dengan nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakat desa.

Pemerintah Desa Koto Mesjid sebelumnya juga telah memulai persiapan Festival Kampung Patin 2026 melalui rapat bersama tokoh masyarakat dan panitia pada awal September. Dalam rapat tersebut, festival diarahkan menjadi sarana promosi potensi ekonomi lokal dan pariwisata desa.

“Diharapkan Jadi Event Nasional”

Dengan adanya pertemuan tersebut, Pemerintah Desa Koto Mesjid dan panitia berharap dukungan lintas pihak dapat memperkuat penyelenggaraan Festival Kampung Patin 2026 sekaligus mempersiapkan event tersebut agar memiliki standar penyelenggaraan yang semakin baik.

Festival ini diharapkan dapat memperkenalkan Koto Mesjid sebagai destinasi wisata berbasis perikanan dan budaya, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Bagi Hendry Munief, pengembangan event lokal juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antara potensi desa, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemerintah pusat.

Dengan agenda Festival Kampung Patin yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 November 2026, pertemuan di Pekanbaru tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat persiapan sekaligus membuka peluang agar potensi wisata Koto Mesjid dapat dipromosikan pada level yang lebih luas.

Festival Kampung Patin diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Koto Mesjid, tetapi juga dapat berkembang menjadi event pariwisata yang mampu menarik wisatawan, menggerakkan UMKM, memperkuat sektor perikanan, serta memperkenalkan potensi Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau ke tingkat nasional.”Tutup Hendry Munief”

Tim Redaksi

Pos terkait