Rantau kasih.redaqsi.com— Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Fraksi NasDem, Eko Sutrisno, S.Sos, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya melalui pembangunan dan peningkatan sarana prasarana sekolah di daerah. Sabtu,26/09/2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Eko Sutrisno saat berkesempatan mengunjungi SDN 012 Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, bersama Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar Helmi, SH., MH., serta rombongan.
Menurut Eko, keberadaan SDN 012 Rantau Kasih memiliki cerita dan perjuangan tersendiri. Sebelumnya, sekolah tersebut merupakan kelas jauh dari SDN 002 Rantau Kasih yang berjarak sekitar 30 kilometer dari sekolah induk.
“Alhamdulillah, pada hari ini saya berkesempatan mengunjungi SDN 012 Rantau Kasih bersama Wakil Bupati Kampar, Ibu Dr. Hj. Misharti, dan Kepala Dinas Pendidikan beserta rombongan. Kami tahu persis bahwa sekolah ini dulunya merupakan lokal jauh dari SDN 002 Rantau Kasih dengan jarak sekitar 30 kilometer dari sekolah induk,” ujar Eko.
Ia menceritakan, akses menuju kawasan tersebut juga tidak mudah. Kondisi perjalanan yang cukup jauh dan penuh debu menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi masyarakat maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
Di tengah berbagai keterbatasan, masyarakat tetap menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak mereka. Secara swadaya, masyarakat membangun ruang belajar sederhana dengan kondisi yang sangat terbatas.
“Dulu masyarakat membangun lokal dengan kemampuan seadanya. Dindingnya papan dan lantainya masih tanah. Tetapi semangat masyarakat untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya tidak pernah surut,” ungkapnya.
Perjuangan tersebut kemudian mendapat dukungan melalui komunikasi dan kerja sama yang terus dibangun antara pihak sekolah induk, masyarakat, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kabupaten Kampar.
Menurut Eko, perubahan status dari kelas jauh menjadi sekolah tersendiri merupakan sebuah capaian penting bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, berkat itikad baik dan komunikasi yang baik antara SDN 002, masyarakat, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kampar, akhirnya sekolah jauh ini menjadi sekolah tersendiri dengan nama SDN 012 Rantau Kasih,” katanya.
“Sempat Terkendala Kawasan Hutan dan Konsesi”
Eko mengungkapkan, pembangunan sekolah tersebut sebelumnya menghadapi sejumlah kendala, salah satunya berkaitan dengan status kawasan yang berada di wilayah hutan dan/atau konsesi salah satu perusahaan.
Namun, berbagai pihak tidak berhenti mencari solusi. Menurut Eko, kepala sekolah, jajaran Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait terus berupaya mencari regulasi yang dapat menjadi dasar untuk pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan tersebut.
Ia mengatakan, pada tahun 2025 ditemukan regulasi yang kemudian dapat menjadi salah satu dasar untuk mendorong pembangunan dan revitalisasi fasilitas pendidikan.
“Perjalanan waktu, kita terus memberikan atensi. Kerja keras kepala sekolah, Bapak Hendri dan kawan-kawan, serta Dinas terkait akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2025 kita menemukan regulasi yang tepat untuk mendorong pembangunan dan revitalisasi sekolah,” jelas Eko.
Eko menyebut, hal tersebut kemudian menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar untuk diprioritaskan dalam program pembangunan pendidikan.
Memasuki tahun 2026, menurutnya, komitmen tersebut mulai terlihat nyata melalui pembangunan dan revitalisasi fasilitas SDN 012 Rantau Kasih.
“Ketika memasuki tahun 2026, alhamdulillah prestasi itu sudah diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. Sekolah ini menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan melalui program revitalisasi,” ujarnya.
‘Eko: Semoga Menjadi Contoh untuk Sekolah Lain”
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Kampar sekaligus bagian dari Dewan Pendidikan Kampar, Eko Sutrisno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Rantau Kasih.
Ia berharap keberhasilan transformasi kelas jauh menjadi sekolah mandiri tersebut dapat menjadi contoh dan semangat bagi pengembangan sekolah-sekolah lain yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
“Saya pribadi, sebagai bagian dari Dewan Pendidikan Kampar, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar. Semoga prestasi ini bisa ditularkan kepada sekolah-sekolah lainnya yang masih membutuhkan perhatian,” tuturnya.
Eko menegaskan, pembangunan pendidikan tidak hanya berbicara tentang membangun gedung sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak di wilayah pelosok mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan seluruh masyarakat yang telah berjuang. Tetap optimis untuk pembangunan dan terus bangun pendidikan Kabupaten Kampar,” Tutup Eko Sutrisno.
Tim Redaksi






