Sekolah Berdinding Triplek di Kampar Viral, Amal Fatullah: Jangan Saling Menyalahkan, Selamatkan Masa Depan Anak.

PEKANBARU.redaqsi.com — Viral di media sosialnya kondisi sebuah sekolah berdinding triplek di Kabupaten Kampar mendapat perhatian serius dari Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Riau, H.M. Amal Fatullah, A.Lc., MA.

Politisi PKS dari Daerah Pemilihan Kampar tersebut meminta persoalan kondisi sekolah tidak dijadikan ruang untuk saling menyalahkan. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan tempat belajar yang aman, layak dan bermartabat.

Amal mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Wakil Bupati Kampar, yang telah turun langsung melihat kondisi sekolah dan memberikan respons terhadap persoalan tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah Ibu Wakil Bupati yang turun langsung ke lokasi dan merespons dengan baik terkait kondisi sekolah yang rusak,” ujar Amal, Selasa (22/9/2026).

Namun, ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang justru menempatkan guru maupun pemerintah sebagai pihak yang harus disalahkan.

“Jangan jadikan guru sebagai pihak yang harus disalahkan karena menyampaikan kondisi sekolah. Dan jangan pula menjadikan pemerintah sebagai satu-satunya pihak yang harus disudutkan,” tegasnya.

Jangan Takut Sampaikan Kondisi Pendidikan

Amal menilai, keterbukaan dari para guru mengenai kondisi sarana dan prasarana pendidikan justru penting sebagai bahan evaluasi pemerintah.

Menurutnya, ketika ditemukan fasilitas pendidikan yang tidak layak, semua pihak harus duduk bersama melihat kondisi sebenarnya di lapangan, kemudian mencari jalan keluar secara bersama-sama.

Ia menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, guru tidak boleh takut menyampaikan kondisi pendidikan yang sebenarnya. Kedua, pemerintah harus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Ketiga, masyarakat diharapkan ikut mengawal persoalan pendidikan secara bijak dan konstruktif.

“Karena yang harus kita pikirkan bukan siapa yang salah, tetapi bagaimana anak-anak Kabupaten Kampar bisa belajar di tempat yang aman, layak, dan bermartabat,” kata Amal.

Sekolah Sederhana, Masa Depan Anak Jangan Sederhana

Amal berharap viralnya kondisi sekolah tersebut tidak berhenti sebatas perdebatan di media sosial. Ia justru mendorong perhatian publik tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan sarana pendidikan di daerah.

“Sekolah boleh sederhana, tetapi masa depan anak-anak tidak boleh diperlakukan secara sederhana,” pungkasnya.

Sebelumnya, bangunan kelas jarak jauh UPT SDN 007 Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, menjadi sorotan setelah kondisi bangunannya viral. Ruang sekolah tersebut diketahui menggunakan dinding triplek dengan atap seng dan disebut telah bertahan dalam kondisi tersebut selama puluhan tahun tanpa perbaikan berarti.

Bagi Amal, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai kondisi sebuah bangunan sekolah, tetapi menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh lingkungan pendidikan yang aman dan layak.

 

Tim Redaksi

Pos terkait