KAMPAR — Kepala SMK Negeri 1 Bangkinang , Yusrin, S.Pd, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan adanya pungutan sebesar Rp100 ribu kepada peserta didik baru dalam kaitannya dengan pembangunan mushola di lingkungan sekolah.
Yusrin menegaskan, pembangunan tempat ibadah tersebut tidak disertai penetapan nominal sumbangan tertentu kepada siswa maupun orang tua.
Menurutnya, dana pembangunan berasal dari infaq sukarela yang dihimpun dari berbagai unsur keluarga besar SMKN 1 Bangkinang, termasuk siswa, guru, orang tua dan alumni.
“Untuk pembangunan masjid itu dari infaq siswa, guru, orang tua dan alumni secara sukarela. Tidak ada penetapan sumbangan seperti yang diberitakan,” ujar Yusrin.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penjelasan pihak sekolah terhadap informasi yang menyebut adanya kewajiban pembayaran sebesar Rp100 ribu dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Yusrin menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan sekolah adalah partisipasi sukarela, sehingga tidak terdapat nominal yang ditetapkan sebagai kewajiban bagi peserta didik ataupun orang tua.
Ia menegaskan, pembangunan mushola merupakan bagian dari penyediaan fasilitas ibadah bagi warga sekolah. Karena sumber pembiayaannya berasal dari infaq, kontribusi diberikan berdasarkan keikhlasan dan kemampuan masing-masing pihak.
Pihak sekolah berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya kesimpulan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Meski demikian, informasi mengenai dugaan adanya pembayaran Rp100 ribu sebelumnya telah menjadi perhatian publik. Karena itu, transparansi dan keterbukaan mengenai mekanisme penghimpunan serta penggunaan dana pembangunan mushola tetap penting agar seluruh pihak memperoleh informasi yang jelas.
Dengan klarifikasi tersebut, Yusrin memastikan bahwa pihak sekolah tidak menetapkan sumbangan Rp100 ribu sebagai kewajiban, sementara pembangunan mushola dilaksanakan dengan mengandalkan dukungan dan infaq sukarela dari keluarga besar SMKN 1 Bangkinang
Redaksi tetap membuka ruang informasi dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait demi pemberitaan yang berimbang dan berdasarkan fakta. (Ardi)






