Wakil Bupati Kampar Gerak Cepat,Tinjau Korban Keracunan MBG di Tapung Hulu, 145 Siswa Dapat Penanganan Medis

TAPUNG HULU.redaqsi.com— Wakil Bupati Kampar sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., meninjau langsung sejumlah lokasi yang menjadi tempat penanganan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (19/8/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap insiden yang terjadi di wilayah Kecamatan Tapung Hulu, khususnya yang melibatkan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu dan Pondok Pesantren Al Muktas.

Dalam kunjungan tersebut, Misharti didampingi Asisten II Bidang Pembangunan dan SDM Kabupaten Kampar Drs. Muhammad, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at, MH., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dr. Yuli Usman, M.Ag., jajaran puskesmas, perwakilan camat, kepala SPPG, serta unsur TNI dan Polri.

Berdasarkan data terakhir yang disampaikan saat peninjauan, terdapat 80 siswa yang mendapatkan penanganan di UPTD Puskesmas Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, dan 65 siswa di UPT Puskesmas Kecamatan Tapung. Dengan demikian, sedikitnya 145 siswa mendapat penanganan medis terkait insiden tersebut.

Misharti menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kampar bergerak cepat agar seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan pelayanan medis sesuai kondisi masing-masing.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyediaan dan distribusi makanan bergizi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Misharti.

Penanganan Medis Diprioritaskan

Sebagai Kasatgas MBG Kabupaten Kampar, Misharti menginstruksikan Dinas Kesehatan segera menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan kepada para siswa.

Puskesmas di sekitar Kecamatan Tapung Hulu menjadi salah satu pusat penanganan bagi korban dengan gejala ringan hingga sedang. Sementara itu, pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dirujuk ke rumah sakit.

Misharti juga meminta Tim Satgas MBG melakukan investigasi terhadap makanan yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Balai POM untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan sebagai bagian dari upaya memastikan penyebab kejadian.

Evaluasi Menyeluruh Sistem MBG

Misharti menegaskan evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan program MBG.

Evaluasi mencakup proses pengadaan bahan makanan, kualitas bahan baku, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, distribusi hingga penyajian makanan kepada para penerima manfaat.

“Pengawasan kualitas makanan harus diperketat. Semua pihak yang terlibat harus memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman, bergizi dan layak dikonsumsi,” tegasnya.

Menurutnya, program MBG merupakan program penting dalam mendukung peningkatan gizi anak sekolah, menekan angka stunting, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama.

Tinjau Dua SPPG

Di akhir kunjungannya, Wakil Bupati Kampar juga meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kecamatan Tapung dan Kecamatan Tapung Hulu.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses penyediaan makanan sekaligus memastikan standar keamanan pangan diterapkan dalam pelaksanaan program MBG.

Misharti mengapresiasi gerak cepat berbagai pihak dalam menangani para siswa yang mengalami keluhan kesehatan, termasuk tenaga medis, puskesmas, rumah sakit, pemerintah kecamatan, aparat kepolisian dan TNI.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Rumah Sakit Tandun, camat, puskesmas, pihak kepolisian, TNI, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah bergerak cepat dalam menangani insiden ini. Semoga ke depan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutup Misharti.

Tim Redaksi

Pos terkait