APBD Minim, Anggota DPRD Riau H. Edi Basri Tetap Turun Reses:”Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Abaikan Aspirasi Rakyat”

Kabupaten Kampar.redaqsi.com – Di tengah tekanan fiskal daerah, anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Kampar, H. Edi Basri, SH, MSi, tetap turun langsung ke masyarakat. Ia menggelar reses di Perumahan Griya Chantika Permai RT 03 RW 04, Desa Kubang Jaya, Kabupaten Kampar, Senin (03/8/2026).

Bagi Edi Basri, minimnya anggaran APBD tidak menjadi penghalang untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi warga.

“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengurangi komitmen dalam menyerap aspirasi dan memperjuangkan kebutuhan rakyat,” tegas politisi Fraksi Gerindra Edi Basri.

“APBD 2026 Turun, Program Harus Lebih Selektif”

Edi Basri menjelaskan, kondisi keuangan Provinsi Riau saat ini memang sedang berat. APBD Provinsi Riau Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp8,321 triliun, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya seiring berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.

“Minimnya ruang fiskal membuat pemerintah daerah harus menyusun program pembangunan secara lebih selektif berdasarkan skala prioritas,” jelasnya.

Meski begitu, ia menilai reses justru semakin penting di tengah keterbatasan ini. Sebab melalui reses, pemerintah dan DPRD bisa mengetahui mana program yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat.

“Aspirasi Warga: Infrastruktur Hingga Ekonomi”

Dalam pertemuan dengan warga Griya Chantika Permai, berbagai aspirasi disampaikan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, bantuan sosial hingga pemberdayaan ekonomi.

“Seluruh aspirasi tersebut akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan kebijakan dan penganggaran,” ujar Edi basri.

Ia menekankan, di tengah APBD yang terbatas, peran DPRD harus lebih cermat. Setiap rupiah anggaran harus tepat sasaran dan memberi dampak langsung.

“Di tengah keterbatasan APBD, kami harus semakin selektif memperjuangkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga,” katanya.

“Reses: Jembatan Antara Rakyat dan Kebijakan”

Menurut Edi Basri politisi partai Gerindra reses bukan hanya agenda konstitusional tiap masa sidang. Lebih dari itu, reses adalah wujud nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat.

“Ketika anggaran terbatas, komunikasi antara masyarakat dan DPRD justru semakin penting. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, serta benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” tutup H. Edi Basri”

Kegiatan reses ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.

 

Tim Redaksi

Pos terkait