Menu

Mode Gelap

Daerah

Suparman Buka Suara: Sudah Mundur dari KNES Sebelum Polemik Memanas

badge-check


					Suparman Buka Suara: Sudah Mundur dari KNES Sebelum Polemik Memanas Perbesar

Pekanbaru — Nama Suparman belakangan ikut menjadi perbincangan di tengah polemik yang berkembang di tubuh Koperasi KNES Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Namun, Suparman akhirnya memberikan klarifikasi resmi dan menegaskan dirinya telah lama mundur dari struktur koperasi sebelum persoalan semakin meluas.

Melalui surat pernyataan tertanggal 06 Oktober 2025 di Pekanbaru, Suparman menyatakan pengunduran dirinya dilakukan atas kemauan sendiri tanpa tekanan ataupun paksaan dari pihak manapun.

Dalam surat itu, Suparman menegaskan bahwa sejak surat disampaikan kepada pengurus koperasi, dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan maupun Penasehat Koperasi KNES.

Langkah tersebut, menurut sejumlah pihak, diambil karena situasi internal koperasi saat itu mulai dipenuhi dinamika dan konflik yang semakin kompleks.

Bendahara KNES, Tomi Zunazri, menyebut keterlibatan Suparman sejak awal justru berangkat dari dorongan masyarakat yang meminta bantuan untuk menjembatani berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

“Beliau awalnya diminta masyarakat untuk membantu mencarikan solusi. Karena dianggap peduli dan mau turun langsung, masyarakat kemudian mempercayakan posisi Ketua Dewan Kehormatan dan Penasehat kepada Pak Suparman,” ujar Tomi.

Ia juga menegaskan bahwa Suparman tidak berada dalam lingkaran pengelolaan teknis koperasi maupun persoalan yang kini berkembang menjadi perhatian publik.

“Setahu kami, beliau tidak terlibat dalam persoalan yang sedang dipolemikkan. Pak Suparman lebih banyak membantu masyarakat sebagai tokoh penengah,” tambahnya.

Keterangan serupa disampaikan Kepala Desa Senama Nenek, Abdul Rahman Chan. Ia menilai Suparman hadir saat masyarakat membutuhkan figur yang mampu membantu meredam ketegangan di tengah konflik yang mulai muncul kala itu.

“Beliau membantu masyarakat dengan niat baik. Tidak ada keterlibatan langsung dalam persoalan yang sekarang ramai dibicarakan,” ujar Abdul Rahman Chan.

Namun seiring berjalannya waktu, polemik internal disebut semakin rumit dan memicu berbagai perbedaan pandangan. Situasi itulah yang akhirnya membuat Suparman memilih mundur agar tidak memperkeruh keadaan.

Keputusan tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah muncul berbagai isu yang mengaitkan sejumlah nama dalam konflik berkepanjangan di KNES.

Masyarakat pun berharap seluruh proses hukum maupun penyelesaian persoalan dilakukan secara objektif, profesional, dan mengedepankan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, agar tidak menimbulkan asumsi liar di tengah publik.(Redo)

Baca Lainnya

Pimpinan Baru BGN Resmi Dilantik, Usung Kolaborasi dan Integritas untuk Gizi Berkualitas.

3 Juni 2026 - 02:27 WIB

31 SMA Negeri di Riau Terbukti Mark-Up Harga Seragam, Kerugian Negara Rp566 Juta Harus Dikembalikan ke Orang Tua

2 Juni 2026 - 09:16 WIB

Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Ketua Operasi Pemuda Rantau Setingkai Ajak Generasi Muda Amalakan Nilai Luhur Pancasila.

1 Juni 2026 - 12:58 WIB

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Anggota DPRD Riau Fraksi PKS Ajak Jadikan Pancasila Pedoman Pembangunan

1 Juni 2026 - 12:46 WIB

Blackout Sumatera-Riau: Negara Tidak Boleh Abai terhadap Hak Dasar Masyarakat atas Energi dan Pelayanan Publik”*

30 Mei 2026 - 08:08 WIB

Trending di Daerah