JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) kini dipimpin formasi baru. Estafet kepemimpinan ini mengusung semangat “Kolaborasi, Integritas, dan Ketulusan untuk Gizi Berkualitas” guna memperkuat tata kelola dan mengawal Program Gizi Nasional untuk Generasi Sehat, Indonesia Maju.
Berikut susunan pimpinan baru BGN berdasarkan data resmi:
1. Kepala BGN: Nanik Sudaryati Deyang (Nanik S. Deyang)
Lahir di Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968. Lulusan S1 Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan S2 Kehutanan UGM.
Rekam jejak: Jurnalis senior Tabloid Bangkit, Kompas Gramedia, hingga pimpin media Kelompok Media Peluang. Di dunia politik & pemerintahan, ia bagian tim sukses Prabowo Subianto sejak 2019, Wakil Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, dan Komisaris Independen PT Pertamina. Sebelum jadi Kepala BGN, ia menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sekaligus Ketua Pelaksana Harian Program MBG.
2. Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari
Profesional bidang pengawasan keuangan negara. Lulusan D3 dan D4 Akuntansi STAN.
Rekam jejak: Berkarier panjang di BPKP. Pernah jadi Direktur Investigasi BUMN/BUMD 2017, Direktur Investigasi III 2019, dan Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi 2020. Sebelum ke BGN, Februari 2025 ia menjabat Wakil Kepala BPKP. Kini ditugaskan memperkuat tata kelola keuangan dan akuntabilitas internal BGN.
3. Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono.
Perwira tinggi TNI AD berpangkat Mayor Jenderal.
Rekam jejak: Sebelum masuk BGN, ia menjabat Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Indonesia, perusahaan di sektor pertahanan dan ketahanan pangan strategis.Fokus di BGN: Memperkuat sistem logistik, manajemen dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta operasional distribusi program gizi nasional di lapangan.
Dengan tagline “Satu Tujuan, Satu Komitmen untuk Generasi Indonesia yang Sehat dan Hebat!”, pimpinan baru BGN berkomitmen mengedepankan 4 pilar: Gizi Berkualitas untuk Semua, Tata Kelola yang Baik, Kolaborasi untuk Negeri, dan Indonesia Sehat Indonesia Maju.
Penunjukan ini diharapkan memperkuat pelaksanaan program MBG dan program gizi lainnya agar tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung pada penurunan stunting serta peningkatan kualitas SDM Indonesia.
Tim Redaksi
( Sandra )






